Minggu, 14 Februari 2016

Pelangi Senja

Senja yang indah
Berdansa dengan tetesan air
Sisa dari hujan siang ini
Terlarut dalam damainya hati

Terlihat biasan cahya menari
Garis senyum warna warni
Mengalir menghias langit
Oh begitu indah sore ini

Merasa tentram di tengah keramaian
Memberi semangat dalam kejenuhan
Mengisi ruang kesendirian

Kamis, 04 Februari 2016

Tanya

Siapa ...
Tahu tak siapa, tak tahu siapa
Siapa tahu, Siapa tak tahu

Ada ...
Haruskah tersimpan, ataukah dihapus
Akankah terkenang, walaupun terbuang

Baiknya menghilang, meski tak ingin
Tetap terdiam, saat hati mengoceh
Terkecoh dengan akal yang berfikir
Namun hatilah yang merasa

Menghapus

Awalnya tak terasa
Semakin dalam menembus raga
Perlahan masuk kedalam sukma

Apakah ini luka
Menyayat setiap lembar daging
Mengalir bersama dengan darah

Apakah perlu tersimpan
Tersusun dalam bingkai terekam
Bersatu terajut dalam kenangan

Hapus saja semuanya
Buang ke kantong sampah
Bakarlah agar menjadi arang
Hanyutkan biarlah tenggelam

Senin, 01 Februari 2016

Senandung Mentari

Kala ayam bersenandung
Bergema suara panggilan
Lirih terdengar air mengalir
Tapak kaki mulai mendekat masjid

Di jalanan terlihat motor bergerak 
Menuju kesegala penjuru arah
Badan mereka belum terkena cahaya alam
Namun mereka mulai mencari rejeki

Begitu indah sang mentari
Perlahan mengintip bumi ini
Ibu-ibu menuju ke pasar
Membeli bahan makanan untuk keluarga

Seperti itulah suasana pagi
Sungguh menyesal jika tak melihatnya